,



Ini Mobil Toyota Buatan Indonesia Paling Laku di Luar Negeri
Kontributor : luki, 05 September 2018

Jakarta - Tak hanya memproduksi mobil untuk pasar Indonesia, Toyota juga mengirim mobil ke luar negeri. Sepanjang Januari sampai Juli 2018 sudah ada 117.200 unit (naik 1,3% dibanding tahun sebelumnya) mobil Toyota rakitan dalam negeri yang dikapalkan ke berbagai negara sampai Amerika Latin dan Timur Tengah.

Dari sembilan model yang ditawarkan, Toyota Fortuner mendominasi dengan torehan 30.900 unit atau sekitar 30% kontribusinya. Setelah itu ada 'mobil sejuta umat' atau Avanza sebanyak 21.900 unit, Agya 17.000 unit, hingga Kijang Innova sebanyak 4.200 unit."Performa ekspor Toyota sempat tertekan di semester pertama karena situasi regulasi di negara tujuan ekspor. Namun berkat dukungan yang kuat dari pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait, kegiatan ekspor kami saat ini mulai berangsur membaik, dan diharapkan kembali normal dalam waktu dekat," ungkap Edward Otto Kanter, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di IPC Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/9/2018).


"Pada umumnya tren ekspor di semester dua lebih baik daripada semester pertama, oleh karena itu kami optimis bisa mencapai pertumbuhan ekspor sebesar 10% seperti yang kami targetkan di awal tahun," tambahnya.

Untuk mobil bertipe sedan, Toyota Vios diklaim cukup berhasil karena mengalami pertumbuhan signifikan dengan rata-rata 3.000 unit per bulan. Vios juga menjadi sedan pertama buatan Indonesia yang mampu menembus pasar global dalam skala besar.

"Besarnya volume ekspor merepresentasikan bahwa produk otomotif model SUV dan sedan dari Indonesia cukup kompetitif sehingga bisa mengisi kebutuhan pasar global," ujar Edward.

Selain itu Toyota Indonesia juga sudah mengekspor kendaraan terurai (Complete Knock Down atau CKD), mesin utuh tipe TR dan NR, komponen kendaraan hingga alat bantu produksi. 

"Produk ekspor Toyota telah memenuhi standar emisi Euro4 dan 6 sesuai dengan permintaan masing-masing negara tujuan. Tidak hanya untuk produk ekspor, TMMIN siap menyediakan kendaraan dengan standar Euro4 atau 6 jika pasar Indonesia menghendaki," tutup Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam.

(ruk/ddn)

Sumber: detik.com, 5 September 2018

Write A Comment